Arema vs Persiwa + PSSI
Menyesakkan, iya. Kecewa, sangat. Marah, agak. Pertandingan yang terhenti di menit ke 71 akibat ulah Aremania yang menerobos masuk ke lapangan memang pantas disayangkan. Tidak ada asap kalau memang tidak ada api. Kepemimpinan wasit memang penuh kontroversi. Saya yang cuma (dengan penekanan -red) bisa melihat lewat televisi pun mencoba bersabar dan husnudzhon dengan jalannya pertandingan tersebut. Toh para pemain Arema tetap melanjutkan pertandingan tanpa ada protes yang berarti. Mereka terus berusaha membobol gawang Persiwa yang malam hari itu bermain lumayan bagus mengimbangi permainan Arema. Tapi… (dengan jeda yang agak panjang -red) bayangkan bagaimana perasaan ribuan Aremania yang memenuhi stadion Brawijaya, Kediri melihat jelas kejadian di depan mata kepala mereka sendiri.
Dan meletuslah kejadian yang kita semua tidak inginkan di ranah Indonesia ini. Di tambah pemberitaan media massa yang dirasakan berat sebelah, yang hanya meliput akibat dari kejadian tersebut (entah mereka mengirimkan wartawan kesana, atau cuma coppas berita) tanpa ada telisik lebih dalam, lebih menyeluruh akan sebab kejadian itu. Dengan sekejap rusaklah nama baik dan reputasi Aremania sebagai suporter yang baik. Aremania di seluruh penjuru dunia berduka. Sekali lagi tidak ada asap tanpa ada api.
Ramai dan penuh saling silang pendapat ketika saya membaca email-email yang berseliweran di milis aremania. Yang memaki-maki PSSI, banyak. Wasit, apalagi. Yang menyayangkan kesiapan dan kesigapan panpel, banyak juga. Ditambah do’a, rasa prihatin dan emosi yang campur aduk mereka tuangkan di surat-surat itu. Bahkan ada yang menangis, menyayangkan kejadian dan rasa ketidakadilan yang dirasai Arema-Aremania. Yang jelas dengan adanya “cobaan” seperti ini dan ketika berhasil melewati “cobaan” ini, Arema-Aremania akan semakin kuat. Ayo bersatu merapatkan barisan. Mudah-mudahan Allah memberi jalan untuk memperjuangkan nasib Arema-Aremania.
Ayo Arema!, Ayo Aremania!




Komentar Teranyar